Amnesia

0
136

Oleh: dokter bertauhid

Amnesia, pos memori yang dipopulerkan oleh film India dan sinetron kejar tayang Indonesia, yang disiarkan oleh masyarakat luas sebagai hilang ingatan. Uniknya, walau kehilangan ingatan, penderita amnesia tidak kehilangan kemampuannya, berperilaku seperti orang normal, bahkan kognitifnya masih cukup bagus seperti orang kebanyakan.

Menurut ilmu kesehatan, mengutip dari Mayo Clinic, amnesia adalah gangguan yang menyebabkan seseorang tidak dapat mengingat informasi, pengalaman, atau kejadian yang pernah dialami. Selain itu, penderita amnesia juga akan kesulitan dalam ingatan baru. Pada jenis yang pertama, yaitu amnesia anterograde, orang yang sakit dalam bentuk ingatan baru. Mutasi amnesia retrograde menyebabkan penderitanya tidak bisa mengingat informasi atau peristiwa yang ada, seperti memori-memori penting, mantra masa kecil dan lainnya.

Pada beberapa kasus, penderita amnesia juga dapat mengeluarkan ingatan (konfabulasi), yaitu ingatan yang terbentuk karena karangan atau berdasarkan kejadian nyata. Lain dari amnesia adalah disorientasi atau bahkan hingga kesulitan mengingat identitas dirinya.

Sebagian besar kaum muslimin, sadar atau tidak, telah mengalami amnesia, dengan berbagai macam tingkat keparahannya. Umat ​​ini, mundur amnesia retrograde, dimana mereka lupa bahwa ada masa karena mereka pernah digdaya. Ada masa dalam perjalanan mereka yang bergulir dunia. Dimana tebal khilafah pernah menerapkan syariah secara paripurna. Masa masa kemakmuran ekonomi berjaya, aman sentausa, sains teknologi mengadidaya, di balik taqwa yang meraja.

Umat ​​ini membahas tentang amnesia anterograde, hingga bahkan hantaman hinaan yang berkepanjangan dilakukan oleh musuh sebakda ‘gegar’ yang dialaminya tidak bisa disimpan dengan baik di dalam memorinya. Tak jera dengan tipu yang berulang-ulang menimpa.

Semester ini telah sampai derajat konfabulasi. Di antara orang-orang yang menemukan ingatan bahwa seakan-akan tidak ada yang bernama khilafah dalam kosakata agama. Penegakannya adalah utopia, syariah itu bahaya, NKRI dan Pancasila lah yang harga mati. Begitu ingatan virus yang terlekat.

Dan lebih parahnya, bahkan sudah sampai derajat tidak mampu mengingat kenangan dirinya. Saat terjadi saat di antah berantah, maka gerombolan benci dengan kalimat laa ilaha illaLlah sampai memburu mereka yang menantang atau mengibarkannya. Apakah gerombol itu lupa, apa yang menyebabkan mereka beridentitaskan Islam disebut sebagai kalimat yang sama?

Akh, ins parahkah sudah amnesianya …

Dan kata-kata yang berbeda di negeri, bahkan ada gerombolan dengan reputasi arsip bangga. Maka, kami tim dokter di sini, kesulitan menegakkan diagnosis yang mereka derita.

Tidak, amnesia gejala klinisnya tidak seperti itu. Meskipun lupa ingatan, dan melupakan identitas diri, harusnya perilaku dan kognitifnya masih normal. Lalu, apakah diagnosisnya sudah sampai pada skizofrenia mengingat waham-waham yang dideritanya atau bahkan psikopat karena perilakunya sudah terlampau ganasnya?

LEAVE A REPLY