Sebuah Hikmah di tengah Kesulitan (Bag. 2)

0
66

HelpsMedia| Adalah Ustadz Syahrul Ramadhan (26), pemuda  asal Bima, yang menjadi salah satu sukarelawan inti Aliansi Persaudaraan Islam di – Kabupaten Lombok Utara sejak dua hari pasca gempa bermagnitudo 5,0 SR pada bulan agustus lalu (10/8).
Sebelumnya, Syahrul bersama API  terjun ke Sambalia, Kabupaten Lombok Timur pasca gempa Makasar, NTB (29/7). Karena dampak gempa Kabupaten Lombok Utara lebih parah, maka Ustadz Syahrul mengikuti pilihan pindah guna memfokuskan diri turut andil tanggap bencana di Kabupaten Lombok Utara, tepatnya di Dusun Karangkates Desa Gondang Kecamatan Gangga.

Salah satu tempat tinggal sementara bagi para pengungsi adalah SMPN 3 Gangga yang juga menjadi posko tim relawan gabungan, dan Ustadz Syahrul berperan sebagai penanggung jawab urusan Logistik. Mulai dari penerimaan, penyimpanan, pemilihan hingga penyaluran logistik untuk korban bencana gempa, serta dokumentasi dan pelaporannya kepada para donasi dan lembaga mitra tanggap bencana gempa Lombok. Di tempat tersebut tersedia 4 buah tenda yang peruntukannya; satu tenda untuk rijal, satu untuk nisa, satu untuk logistik dan sisanya pelayanan kesehatan. Tim relawan gabungan terdiri atas kesatuan unsur organisasi API, Helpsharia, MTR, Yuk Ngaji, Yuk Hijrah, Paguyuban Artis Taubat, Sekolah Islam Terpadu Insantama, dan yayasan Inqilabi Islamiyyah.

Di sela-sela kesibukan mengurusi logistik, Ustadz Syahrul  bersama tim relawan gabungan pun ikut aktif mengerjakan pekerjaan serabutan untuk membantu warga terdampak gempa seperti mendirikan hunian sementara di area lahan SMPN 3 Gangga, melakukan trauma healing serta berdakwah untuk menguatkan iman dan taqwa warga yang sempat terguncang akibat bencana gempa.

Hingga kini tim relawan gabungan tetap berjibaku di dua titik pengungsian lainnya seperti Lombok Timur, dan Sumbawa provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut sejalan dengan pesan Rasulullah SAW agar kita mencintai saudara sebagaimana mencintai diri sendiri. Sabda Nabi SAW

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى  اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه
[رواه البخاري ومسلم]

Diriwayatkan Bukhori dan Muslim, dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. (DK

LEAVE A REPLY