Kreatif Tak Perlu Zat Adiktif

0
120

helpsharia.com – Kreatif Gak Perlu Zat Adiktif, Menjadi Generasi Muslimah Kontributif Bebas Narkoba. Ahad 19 November 2017, tidak seperti biasa suasana di Akademi Bidan Bina Husada Jember. Dihari libur, pagi yang sejuk nan hangat, telah dipadati oleh mahasiswi dari berbagai Universitas di Jember.

Event yang diminati hanya oleh kaum hawa, diprakarsai Helps (Healthcare Professionals for SHARIA) Muda Nisa Jember dengan  bertemakan “Kreatif Gak Perlu Zat Adiktif, Menjadi Generasi Muslimah Kontributif Bebas Narkoba”, tergolong sukses dengan kehadiran 60 puluhan peserta.
Menghadirkan pembicara ustadzah Sinta Rachmawati, S.Farm., M.P.H., Apt dosen Farmasi Universitas Jember dengan materi “Generasi candu buah tata kelola Sekuler-Liberal” sebagai pemateri pertama, apa yang beliau sampaikan merupakan ungkapan rasa keprihatinan dengan melihat begitu parahnya situasi darurat narkoba di Indonesia, bahkan di luar negeri.
Bu Sinta menggambarkan betapa ngerinya pemakaian narkoba di luar sana, hingga sampai cara penanggulangannya pun, disampaikan kepada masyarakat, bahwa “penggunaan narkoba lebih aman itu, jangan sedini mungkin ‘memakai’ narkobanya, tetapi tunggu jika sudah dewasa nanti.”
Di Indonesia pengguna narkoba 5,1 juta dengan usia sekitar 24 sampai 30 tahun, kurang lebih 22% penggunanya adalah pelajar dan mahasiswa. Kematian akibat narkoba 15 ribu/tahun (Detiknews, 18/02/2017). Korban termuda, bayi berumur 5 tahun, palangkaraya karena Ibunya pecandu sabu (Merdeka.com, 21/01/2017) dan mirisnya lagi regenerasi bandar membagi gratis ke anak-anak (Kompas, 29/09/2017).
Survei BNN pun mengatakan bahwa 30% generasi Indonesia tahu bahaya narkoba, namun kenapa kasus narkoba masih tinggi? Padahal upaya perbaikan itu ada, paparnya. Terbukti bahwa saat ini kids jaman now merupakan Kids miskin visi, lingkungan kondusif untuk tindak penyimpangan dan negara ‘melegalisasi kemungkaran’ tersebut, sehingga solusinya adalah sebaliknya. Kata Sinta bahwa, “Kids itu harus kaya visi, lingkungan baik (masyarakat protektif) dan negara tidak melegalisasi kemungkaran”. Hal Ini bukan saja  perkara tahu atau tidak tahu tentang narkoba, tapi tentang tata kelola pemerintahan yang sekuler dan harusnya diganti dengan sistem yang islami, ungkap Sinta dalam sesi terakhir materinya.
Paparan kedua disampaikan ustadzah Ari Kurnia Ningsih.,Apt.M.Farm.Klin, Kepala Instansi Farmasi RSUD Blambangan Banyuwangi, dengan tema “Memerangi Narkoba dan Obat Ilegal dengan Sistem Islam”. bahwasannya  cara memerangi narkoba, satu diantaranya dengan cara preventif (pencegahan), yaitu memiliki kekuatan pada pencapaian tujuan hidup seseorang dan Iman. Penerapan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup terbaik dan penerapan sistem hukuman yang berfungsi sebagai pencegah dan penebus bagi muslim, sedang non muslim hanya pada kehidupan di dunia saja.
Dari paparan kedua nara sumber pemateri, peserta tampak puas dan tambah komplit perjelasnya  dalam sesi tanya jawab, kemudian acara diakhiri dengan doa dan penutup.
Selanjutnya masih ada sesi mini workshop untuk peserta  bagaimana menggunakan tensi meter yang standart. (Novia, dkk)

LEAVE A REPLY