Belajar Menghindari Stress Dalam Mengasuh Anak

0
761

Oleh: dr. Putri Firdayanti (DPP HELPS)

Tidak sedikit dari orang tua yang mengeluhkan betapa sulitnya mengasuh anak di masa sekarang ini. Memiliki  anak  yang pintar lagi saleh serta sukses dunia dan akhirat menjadi idaman semua orang tua. Hanya saja tantangan globalisasi budaya, informasi dan teknologi serta menipisnya nilai nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat adalah PR dan tugas kita bersama karena sedikit banyaknya akan mewarnai perilaku anak-anak zaman sekarang, termaksud anak kita. Ibarat membuat istana pasir di bibir pantai, begitu tersapu dengan ombak  maka akan runtuh, hilang begitu saja. Apa yang sudah diupayakan orang tua rasanya akan menjadi  pekerjaan yang sia-sia. Keadaan yang demikian tidak jarang kemudian menimbulkan stress.

Stress adalah respon tubuh pada sesuatu akibat berbagai persoalan yang dihadapi, mencakup mental, sosial dan fisik termasuk didalamnya permasalahan anak.  Gejala-gejalanya bisa berupa kelelahan, kemurungan, kelesuan, kehilangan atau meningkatnya nafsu makan, sakit kepala, sering menangis, sulit tidur atau malah tidur berlebihan. Stress erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh. Banyak penelitian yang menemukan adanya kaitan sebab-akibat antara stress dengan penyakit, seperti penyakit jantung, gangguan pencernaan, darah tinggi, maag, alergi, dan beberapa penyakit lainnya. Oleh karenanya, perlu kesadaran penuh untuk menjaga kesehatan fisik dan psikis.

Orang tua bukan malaikat, yang tak pernah salah. begitujuga anak anak kita bukan malaikan yang selalu benar. Anak anak kita sedang berproses dan belajar untuk mengayuh kehidupan demi meraih kebahagiaan dan kebaikan dalam hidupnya. sehingga dalam membesarkan dan mendidik mereka kita harus memahami mereka secara utuh. Namun tidak dipungkiri terkadang orang tua mengalamai banyak persoalan dengan anak anaknya. Yang persoalan itu tidak jarang membuat orang tua stress. Berikut ini cara mengurangi tekanan agar  dapat mengasuh anak tanpa stress, di antaranya:

  1. Memandang anak dengan kaca mata Islam

“Wahai orang-orang yang beriman, jangan kalian mengkhianati Allah dan Rasul, dan jangan  kalian mengkhianati amanat-amanat kalian, sedang kalian mengetahui. Ketahuilah bahwa harta kalian dan anak-anak kalian adalah ujian. Dan di sisi Allah ada pahala yang besar”. (QS. Al-Anfal: 27-28)

Anak adalah amanah sekaligus ujian dari Allah SWT. Sebagaimana amanah maka harus dididik dan diasuh dengan baik.  Sementara ujian yang diberikan lewat  anak sangat beragam. Pemahaman yang benar tentang Islam menjadikan kita sebagai orang tua bisa melewati ujian dengan benar sekaligus akan dapat mendidik dan mengasuh anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Memahaminya sebagai sebuah amanah, akan menjadikan orang tua berhati hati dalam mengasuk anak anaknya. layaknya amanah, maka Allah Swt akan meminta pertanggung jawaban atas apa yang di amanahi pada kita. ketaqwaan orang tua adalah kekuatan utama dalam mengasuh, mendidik dan membesarkan anak anak.

2. Memahami Tumbuh Kembang Anak

Setiap anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahapan usianya. Pertumbuhan dan perkembangan, mencakup dua peristiwa yang berbeda, tetap saling berkaitan dan sulit dipisahkan. Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan besar, jumlah, ukuran. Sementara perkembangan yaitu bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh.

kita harus paham, kapan anak bisa duduk, berdiri, berjalan, meraih sesuatu, bisa untuk di ajak kerjasama, dll. Hal ini menjadi sangat penting bagi orang tua untuk memahami setiap proses tumbuh dan kembang anak. tugas kita memantau, jika terdapat permasalahan maka dengan sigap bisa mengatasinya.

Ketidaktahuan orang tua tentang tumbuh kembang anak sesuai usia, bisa menimbulkan tekanan. Pendidikan dan pengasuhan yang baik harus dilakukan sesuai dengan usia anak. Pengetahuan tentang tumbuh kembang akan sangat membantu dalam melakukan penanganan terhadap masalah anak.

3. Memahami Potensi Anak

Allah SWT menciptakan manusia sekaligus dengan potensinya berupa akal, kebutuhan jasmani, dan naluri. Pada masa anak-anak ketiga potensi ini masih terus tumbuh dan berkembang. Di sinilah perlunya bimbingan dan pengarahan. Ketidak-mampuan orang tua dalam mengenali potensi anak dan penampakannya seringkali menimbulkan masalah. Karena sejatinya, permasalahan manusia termasuk anak-anak berkisar tentang pemenuhan kebutuhan jasmani dan naluri. Sebelum memasuki usia baligh akal anak masih belum sempurna, sehingga terkadang belum mampu menyelesaikan permasalahannya dengan pemahaman yang benar

  1.  Kerjasama

Mengasuh dan mendidik anak memang tugas utama ibu, tapi diperlukan juga kerjasama untuk meringankan tugas ini. Luangkan waktu khusus bersama suami untuk membicarakan persoalan anak-anak dan mencari solusinya, terutama yang sekiranya bisa menimbulkan stress. Ayah dan Ibu harus menjadi partner yang solid dalam mendidik dan membesarkan anak anaknya.

  1. Jauhkan Anak Dari Situasi yang Menekan

Anak rewel terkadang hanya karena merasa tidak nyaman. Maka perlu diperhatikan saat-saat anak mengalami kelelahan. Kapan dia harus makan dan beristirahat. Ketika merasa tidak nyaman, capai, lelah, ngantuk, lapar maka gampang sekali anak menimbulkan masalah. orang tua harus mengerti kondisi anak. karena itu kewajiban kita untuk terus belajar memahami mereka.

  1.  Berbagilah

Teman merupakan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup. Bayangkan jika banyak sekali masalah yang dihadapi, tetapi tidak ada teman curhat yang dapat dipercaya. Ibarat gelas jika diisi air terus menerus, maka akan tumpah luber kemana-mana. Pastikan bahwa teman yang dipilih benar-benar yang bisa membantu bukan teman yang justru akan menambah masalah baru. Mengunjungi atau berbagi pengalaman dengan para ibu yang sukses dalam melakukan pengasuhan terhadap anak-anak akan sangat membantu. Suami tentu saja diharapkan dapat menjadi teman (sahabat) terbaik buat isteri untuk menumpahkan segala masalahnya termasuk urusan anak-anak. Insya Allah curhat dengan suami rahasia akan lebih terjaga.

  1. Sabar

Sabar merupakan cara mengatasi stress yang paling jitu. Jika tidak dengan kesabaran, bagaimana mungkin akan sanggup menghadapi setiap masalah anak-anak dengan baik dari sejak bangun tidur sampai tidur kembali. Sabar disertai dengan niatan ikhlas hanya semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT akan menjadi energi yang luar biasa dalam menjalani kehidupan. Maka seberat apapun beban dan ujian yang diberikan lewat anak-anak Insya Allah akan dapat dihadapi dengan ringan.

  1. Tawakal dan Doa

Tak ada masalah yang tidak ada penyelesaian. Begitu pula dengan persoalan anak-anak. Bertawakal-lah kepada Allah, maka akan diberi jalan yang kadang di luar perkiraan. Saat sudah merasa sangat tertekan dengan persoalan anak-anak, rasanya sudah tidak ada jalan keluar, tanpa diduga terjadi perubahan yang luar biasa pada anak-anak kita. Kepasrahan puncak kepada Allah perlahan akan meringankan beban dan tidak menimbulkan stress. Berdoalah selalu minta bantuan Allah SWT dalam menyelesaikan masalah anak-anak. Kadang kita sudah berusaha optimal untuk memperlakukan dan memberikan yang terbaik. Tetapi sejatinya hanya Allah jualah yang membukakan mata, hati dan pikiran anak-anak kita untuk mau mengerti seperti yang kita inginkan. Sebutkan namanya satu persatu ketika  mendoakan mereka. Mintalah jalan kepada Allah sesuai dengan apa yang kita inginkan untuk masing-masing anak. Doa akan memberikan kekuatan ketika kita menghadapi anak-anak dan permasalahannya. Karena hanya Allah jualah yang paling mengerti apa yang terbaik untuk anak-anak kita. Doa akan menguatkan kita dalam menghadapi masalah seberat apapun. Maka sekira bahu sudah terasa berat, maka ketuklah pintu langit. mintalah pertolongan dariNya. Sungguh tidak ada daya upaya kecuali atas pertolonganNya.

LEAVE A REPLY